Mathieu Flamini Murka Dituding Pemain Paling Tajir Di Dunia - DhukunBola

Breaking

Home Top Ad

WC20181

Post Top Ad

Friday, March 30, 2018

Mathieu Flamini Murka Dituding Pemain Paling Tajir Di Dunia

DhukunBola.com - Pemain klub Liga Spanyol Getafe, Mathieu Flamini, langsung murka usai dituding dirinya adalah pemain paling tajir alias kaya di dunia. Ia langsung berikan pembelaan terkait hal sensitif ini.
Sosok Mathieu Flamini buru-buru membantah jika dirinya saat ini punya harga paling tinggi setelah sukses bersama perusahaan yang tengah dia kembangkan. Sang pemain klub Liga Spanyol Getafe itu juga langsung membantah klaim bahwa dirinya adalah pemain sepakbola paling tajir di dunia ini.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa sang bintang memiliki harta sekitar 30 miliar euro! Jelas bukan nilai yang sedikit untuk ukuran seorang pemain sepakbola. Harta menggilabola tersebut dia peroleh bersama perusahaan, GF Biochemicals.

Image result for Mathieu Flamini getafe
Pemain klub Liga Spanyol Getafe, Mathieu Flamini, langsung murka usai dituding dirinya adalah pemain paling tajir alias kaya di dunia. Ia langsung berikan pembelaan terkait hal sensitif ini.
Mathieu Flamini sendiri saat ini masih asyik bermain di Getafe. Ia kemudian lanjut memberikan penjelasan soal pemberitaan yang selama ini beredar soal dirinya. “Adalah penting untuk memperbaiki semua hal yang menyangkut berita tentang saya,” ujar sang mantan pemain Arsenal dan AC tersebut melalui Soccerway.
“Sangat bertentangan dengan apa yang sudah saya baca, saya tidak pernah punya 30 miliar euro di rekening bank saya ya. Dan hei! Jumlah besar itu sama sekali tidak sesuai dengan penilaian perusahaan saya, Biochemicals GF,” lanjutnya lagi dengan sewot.



Mathieu Flamini juga sekalian memberikan penjelasan bagaimana media yang menyebutnya sebagai orang paling kaya di dunia telah salah hitung. “Faktanya sekarang, (30 miliar euro) adalah nilai total pasar yang kami mau ‘serang’ dengan teknologi baru yang kami kembangkan dalam beberapa tahun terakhir ini,” lanjut Flamini lagi.
“Jelas ada suatu kesalahpahaman di sini. Seolah-olah kami telah memberikan satu restoran dengan nilai dari seluruh pasar katering di negara Prancis,” pungkasnya.


Post Bottom Ad

close
Banner iklan disini